Friday, 23 August 2013

My popular scene


Ye- ini cuma sebagian kecil usaha gua. Masih bakal ada next graduation di kehidupan gua, dan sinkron pasti sama usaha yang harus dikelarin secara mulus. Its been whispering (on my mind while i'm having my graduate) such: "its not your main efficacy. It just a new chapter of more billion chapter. Go have a learn for chapter and verse. Find a true feeling of happiness then find someone who can share with" 

It is of course, i'm going to be an ambassadress of large soon while i'm  having to be a writer or draughts-women (too). But im kid it that i always want having a forever childishness. Profound experience with a vehemence properly. Yea. Im so bear away.. Beat brain. Amin

Dan lebih seneng, bisa kenal banyak karakter orang. Sampai ngerti ukuran temen atau sahabat, temen main atau temen akrab dan temen baik atau saudara pendosa. 

Next chapter, please
Merci, the good and the bad.



Wednesday, 14 August 2013

Melukis dan belajar makna

Hari ini belajar banyak dari pelukis aliran impresionis yang bersahaja : pak pengging. 

Bahagia dalam jiwa yang telah digariskan Tuhan. Deligthful; flawless. 

Sunday, 11 August 2013

Sirkus di otak manusia

Sebanyak tawa yang udah jadi tradisi di perayaan khidmat umat islam beberapa hari lalu, sekali dua kali (lebih sedikit dari kapasitas tawa di tradisi ini) gua udah berkontemplasi hal lanskap mengenai gabungan beberapa kondisi dalam suatu kondisi di satu jiwa. 

Well, firsty first adalah hal konteks yg harus dikerucutkan jadi beberapa macam keadaan.
keadaan 'benar-benar sendiri' 
keadaan 'benar-benar banyak manusia' keadaan 'banyak manusia, tapi sendiri' dan..
keadaan 'sendiri, tapi berkembang'

Saatnya lincah ke seluruh penjuru arah, semua berjalan dengan baik sampai kompak rasa yakin yg gampang dirancang. Itulah berjalan kalau kondisi benar-benar sendiri tidak terlalu memberatkan. 'Benar-benar sendiri' adalah kondisi mengenal segalanya-apa yg terjadi di diri sendiri. Denaturasi bahkan metamorfosa selalu mengitari passage yg mutlak berlevel-level. Dewasanya, setiap hal asing dari diri sendiri akan (secara alami) terbaca oleh cerebrum dan transfer phase akan jadi pengaruh yg paling merajai. Mereka membentuk bahkan merubah karakter yg ada. Indeed, akan ada limbah yg disisakan karna pada Adam dan Hawa dibekali nafsu yg berebut untuk segera dimenangkan. Akal bisa menjadi instrumen yg dipakai untuk memenangkan nafsu. Ambisi misalnya. Kata sifat yang berdekatan dengan kondisi yg benar-benar sendiri tanpa celah untuk pribadi lain. Baiknya adalah kondisi ini benar-benar membuktikan kapasitas kedewasaan yg seperti permadani kenyamanan. its a bed of roses and down. Mereka menang atas diri-diri mereka sendiri. Pribadi yg segalanya sanggup dan segalanya menang. Kecuali social instinct mereka.
Dan pemenang selalu berdiri sendiri. Mereka dengan bigotry-nya bersimpuh dalam pujian untuk diri sendiri sambil berkata "im a big noise". Itulah benar-benar sendiri. 
Tapi dalam pandangan gua.. untuk beberapa alasan, kondisi ini harus dialami seperti dalam lanskap genggaman cita-cita.
Kondisi yang paling tersohor adalah kondisi 'benar-benar banyak manusia'.
Dalam kondisi melupakan hak pribadi, individualis, kondisi dimana tidak memerlukan pengorganisasian sintetik namun tanpa mengabaikan esensi-esensi dan nilai kekuatan diri. Fenomenologi sintetik ini dilupakan.. Bahkan diabaikan. Mereka menjadi gabungan paling utuh sehingga muncul beberapa petak-petak sosial; petak kecil, agak besar, besar dan luar biasa progresif untuk sekumpulan petak. 'Benar-benar banyak manusia' bisa dipadatkan dalam arti memusatkan sekuritas di beban sekumpulan, memanusiakan fantasi-fantasi kesenangan pribadi. Manusia menjadi objek yg menarik satu sama lain, objek dibicarakan, diagungkan, dikritik, dicintai. Sosialis, meluapkan kesenangan mayoritas. Disini ada energi dan ligament yang sempurna, seperlunya tapi kuat.
Dan gua selalu terhanyut di 'benar-benar banyak manusia' saat pesta (with carousel:liquor or something carouse: omg God bless them) dan bedanya adalah di bawah kesadaran selalu ada kondisi 'benar-benar banyak manusia, tapi sendiri. Energi yang berhadapan dari sekumpulan dengan unit yg terpisah ini bisa jadi berbenturan karena sifat universal selalu menolak sifat minoritas. Hal ini selalu disebut-sebut oleh ahli jiwa sebagai nervous primitif. Karena terlihat oddy dan minoritas merupakan tontonan dan isu paling menarik di kaum universal. Setidaknya untuk ditertawakan.
Pasti berbenturan. 'Benar-benar banyak manusia, tapi sendiri' adalah kondisi control diri dari memanusiakan kesenangan mayoritas. Dan bukannya murni terjadi positif efek saja, hal ini akan mengubah seseorang menjadi lebih mencolok atau kebalikannya dengan berubah aneh (bukan unik). Bayangkan, seharusnya 'pecah' di molekul mayoritas dengan kesenangan yg mayoritas (pula), mereka malah memilih untuk memikirkan kondisi yg tidak pada tempat dan kapasitasnya (untuk sementara). Dan gua harus mengutip kata-kata Shimon Peres (peraih Nobel dengan keyword Perdamaian) : "kalau seorang asing menghampirimu dan kau menganggap dia saudaramu, dan semua perselisihan lenyap, menjadi persaudaraan dan persatuan, saat itulah malam berakhir dan terang hari dimulai. Dari gelap menjadi terang"
Well, artinya kalau menutup diri dan dominan menjadi unit tanpa mengecap arti benar-benar bersama manusia di banyak manusia maka mereka adalah bibit-bibit pemimpin [pemenang] tapi kondisi buruk lain mereka menyedihkan dengan pikirannya sendiri (skizofrenia misalnya). Itulah mengapa rumah sakit jiwa penuh dengan orang yg tidak mabuk tapi seperti mabuk. Tanpa carousel mereka selalu mabuk dengan fantasi minoritasnya sendiri. 
Struktur paling penting dalam kehidupan adalah pengembangan diri. Dalam kondisi 'sendiri tapi berkembang' masalah yg tidak timbul adalah masalah kecemburuan sosial. Berkembang menjadi pemakluman yang luar dalamnya sempurna untuk kehidupan di luar dunianya. Tetap mempelajari bagaimana bertingkah laku dan menetapkan pola-pola sesuai dengan sirkuit mayoritas. Beradaptasi dengan diri sendiri, membuat komitmen dengan emosi dan karakter bawah sadar. Mereka melakukan pemisahan tegas antara karakter emosi terorganisir dan karakter ineluctable-nya sendiri. Mereka tau betul bagaimana berperilaku untuk pengembangan diri. Sendiri tapi berkembang adalah momen kedewasaan paling mendalam. Mereka memenangkan dirinya sendiri dan dunia.

Jangan merekat terlalu tajam pada manusia-manusia dunia, akan datang saatnya memenjarakan keramaian. Terbiasa menyeimbangkan alam dengan selalu tau perkembangannya. Jangan seperti omega dalam abjad yunani, kuno dan hindmost. Terlambat jika kamu memimpikan menjadi manusia sendiri. Karena kaum sosialis sudah kompak merusak dunia. Bersenang-senanglah.

Vielen dank, volk.