Tuesday, 3 December 2013

Prolog yang monoton

Manusia sesuainya adalah kadang-kadang.

Kesekian kalinya disebutkan; banyak sekali hal yang harus diberi hal pemakluman berbobot lebih. 
Kadang, mau-tidakmau perasaan menerima hal yang berporsi kurang/tampak tidak sesuai dengan jentik desire adalah yg sering terjadi. Seperti kondisi, perasaan kagum yang harus (secara tidak ingin) dihilangkan karena bentuk lain dari perasaan tersebut ditolak oleh perasaan manusia lain yg belum/ bahkan tidak berikatan. & nampaknya selipan duka pasti ada, meskipun demikian, pada waktunya akan datang bentuk lain perasaan berupa penerimaan disertai amarah yg (menurut gua) adalah kurang berkualitas untuk dijadikan akar penghilangan. Dasarnya, manusia belajar menerima & bertahan untuk tidak membuat dirinya sendiri terhumiliasi oleh behavior milik yg lain. Sah untuk manusia lain melakukan temper tantrum tersebut karena seperti ini adalah bagian dari natural manner yg memang harus terjadi di proses belajar menjadi manusia yg diharuskan untuk maklum (kadang-kadang). Begitulah kadang;
Kadang, saat menginginkan keramaian, malahan harus diterima bahwa disini adanya berupa kesepian. Saat itu waktu kadang-kadang ini terjadi, maklum & bertahanlah sebagai manusia.
Kadang, saat menginginkan sesuatu yang bisa diraih (berupa cita-cita/attainment), malah adanya kekosongan yang bernama peak-load. Kembali lagi pemakluman terjadi.
Kadang, saat mengetahui bahwa sesuatu yg salah terjadi, malah kondisinya bukan taper off (karena sudah diraba letak salahnya), sebaliknya semakin memburuk & membuat kondisi kehilangan menjadi akarnya. Disanalah cabang-cabang penerimaan harus diletakkan.
Kadang, mencintai adalah hal yang indah, tapi perasaan ketidakadilan malah terjadi akibat banyaknya kecewa & sedih & duka sampai hal tersebut bukan indah lagi. Penerimaanlah yang (akhirnya) menjadi penyembuhan paling nyata. 
Kadang, manusia harus sadar bahwa (kadang) kita bukanlah yang diinginkan manusia lain. Konfidensi sebaiknya diletakkan di waktu kadang-kadang saja ketika ada pengakuan tegas bahwa diri ini (benar-benar) diinginkan. Instinct above all else.
Semuanya akan (selalu) berkaitan dengan passion & joy & sacrifice setiap diri yg hidup.
Akarnya akan selalu berputar di ego & desire & akal.
Puncaknya akan menghasilkan keberhasilan atau ketidakadilan.
Bagi gua, semua akan kembali pada naungan masing-masing perasaan. Bebannya akan lunak ketika firman Tuhan mulai menjadi konsepsi beku untuk kehidupan. Menjadi naungan yang mutlak tidak dipatahkan.

Hari ini, setiap scene kondisi yg terjadi mulai tampak sama. Begitu riak bahagia & monoton berjalan setengah-setengah porsinya, terlalu kembar: hampa beda. Tanpa diberi kesempatan untuk menunjukan keunggulan masing-masing. Begitulah mulanya, penerimaan.

Kadang, cenderung mulai bosan
Lalu apa ? Semua tetap diterima, berjalan dengan pemakluman.

Terima (banyak) kasih.


Tuesday, 19 November 2013

memorabilia

Keadaan, 
Dimana ada bagian yang harus dihibur dengan philology ini: supaya setiap sisa kecewa & marah & sedih diatur menjadi precedent bagi yang sedang menjalaninya, akan melewatkannya namun tetap tegak & kuat hingga menjadi seperti biasa.

Ini kata yg sudah melewatkannya ;
Dimulai dari kamu..
Yaitu kamu
Kamu sebagai kutukan yang mencelakaiku dimanapun aku tidak inginkan itu.
Kamu membuat aku menjadi seperti kafir tidak berguna padahal aku seakan dipuja.
Jangan menemani malangku saja, kamu berhak untuk senangku di seluruh jengkal kehidupanku yang rasanya ingin kulempar saja, & kamu bagian lemparan kerasku.
Jangan mendekati jika kamu merasa itu membuatmu sukar bernafas dalam lega.
Kamu mengintai setiap hela kesanggupanku akan takdir Pencipta. Itu tidak mulia.
Dan ialah kamu
Tanpa definisi pun banyak yang akan tau bahwa besar teritorimu di dalam aku.
Aku bukan siapapun yang kamu inginkan ada di dalam cerita fiksimu, bahkan yang nyata juga.
Bukan, jangan aku sempurnakan kepincangan dengan terus menerus jadi keheninganmu.
Disana kamu diam begitu, menganggap itu terbaik ungkapan bisu yang berguna.
Sumpah! Itu tidak bekerja sama sekali terhadapku. Seperti semut-semut yang menghentakkan kakinya bermiliar kali pun, kamu pikir akan berubah haluan perputaran bumi ?
Kamu meminta aku setuju ? dengan begitu kamu puas.
Seperti terlalu kuno terlalu membosankan
Aku cuma mengerti aku egois, selebihnya kamu memperburuk.
Tinggal apa sekarang ?
Tidak ada, tidak lagi yang ditinggalkan, tertinggal atau meninggalkan. 
Berjalan seperti apapun maumu, di urusanmu.
& seperti mauku, di urusanku.


Thursday, 14 November 2013

He does the same

Who's tellin you that i'm just paying for my satisfaction ? Who's tellin that ? You feel ? Well, you feel.. mistakes.
&& you, been walked off.

I don't feel in the least bit sorry for my self. No its not me, really.
I remember everything. Oddly enough, for the thing that i fell into you & let you think that i could have sleep dreamlessly all night on yr shoulder & calm up & be easier lovin you without panicity or duskiness.

When we meet, we are two divine energies. No, its not such as yin&yang. We are two universes colliding. If the meeting is not carried out with due reverence, one universe destroys the other. 

K, we should be done about you&me. I don't want to allow myself the luxury of living it so badly. 

And when the opportunity comes. I would be the highest thing that you never  hold on. 

I remember everything.. you likely said 'Have a look into my eyes, find me, my truly deeply love for you: i teach how to tell love without phrase; better yet the define itself'
But i just don't care what the hell is that.

I want you to leave go of.

Anyway, don't tell anything with your eyes, truly wonderful i can't lap again.



Monday, 14 October 2013

Flop down

& bagaimanapun caranya akan ada jalan keluar dari sudut pandang yg terlalu sempit yg terlalu mengikat yg terlalu meradang.

Siapapun gak akan pernah tau ada cerita sesedih apa besok. Siapa jg yg rela kalau harinya dipenuhi raut sedih & merana ? Siapa jg yg akan bangga kalau dirinya adalah bagian dari segala sedih & merana ? & bagian yg seharusnya jadi pusat kesukaan malah jadi kesedihan, siapa jg yg gak risau ?

Ya, siapapun yang mengiyakan tentu saja memiliki otak senormal orang yg spooky mind sekalipun. Kenapa bisa sesempit itu berpikiran bahwa disini (di bumi) dilahirkan untuk mengembangkan segala bentuk kesedihan yang sudah diciptakan Tuhan sebagai salah satu bagian makhluk tanpa ruang-Nya. 


Chose to be happier more than world was giving it desires.
& seharusnya selalu bisa berpikiran seluas dunia & angkasa & padang akhirat supaya setiap yang terlintas mengenai kesedihan cepat sirna digerogoti rasa syukur mendapatkan maklum yg mengakar.
Jangan bisu, beri ucap tenang untuk setiap kesusahan yg sedang dirasa.
Jangan bergantung kecuali dengan Tuhan. Jangan berharap kecuali yakin itu yang terbaik dilakukan. 
& jangan terlalu menyisipkan kata 'jangan' di setiap bait jalan yg mulai ditempuh, malah akan jadi petaka kepanikan di jalanan hidup. Berjalan tanpa dibebani lemparan-lemparan sedih dari ulah orang lain, tersenyum tanpa jeda. 
Memilihlah dengan komitmen erat yg positif, selalu positif, selalu beranak suka, selalu dihadiahi suka.

Kompleks rasanya kalau setiap masalah menjadi benar-benar masalah, hal beban yg tidak bisa diringkas jeda waktu sedihnya. Tugas paling mulia untuk diri sendiri adalah minimalize segala sedih & merana & risau & segala pun bentuknya. Gua belajar banyak hal dari rasa takut. Takut gak sempat merasakan senang sebelum kembali kepada Yang Maha Memelihara. Maka, senanglah sekarang. & senanglah di padang perkumpulan (nanti) bersama ribuan makhluk Tuhan. Mulai seterusnya, cobalah semakin jatuh cinta pada sisi positif, jatuh cinta yg dengan kuat. Cobalah jatuh cinta pada kesenangan.

Terima kasih.

Thursday, 12 September 2013

Why don't we ?

Certain people have been very important in my life. I'm but suffered when it was came.

I decided to try making a joke in every moment i had it with too serious. Isn't it too young to be seriousness ripely ? 
O, i see that all up to my half-life now.

I finally worked out why i was feeling so uncomfortable for the first time im falling in love deeply madly, im worried, not even as a something bad. It was a panic situation of losing when it happened slightly nuts. And all up to now, there's always sketch to seeing my soul to not grapping love which i know nothing of its entirety.

For me, there's always reason to strip away someone i love most. 'Thanks, you can put it on your corner, not even on your heart. you can move now' said my heart to the mind who seemed to awaken from a dream. again, why don't we ? Also im too frightened. I'll be stupid when it was love. as a worrywart its always been so scary scene of my life. My most interest is a normal love. My life is in constant motion.

At the moment, im far too lonely to think about love which is trouble. Waiting for the phonecall that never came, for the face that never smile to me, for the soul that never embrace me.

Why it must be happened to me ? Though i chose my fate for irritated by serious love. I want certain people with no despised & no venerated. All i want is normal. So grueling.

You read it, boy. Why don't we ?
Blind drunk about you.

Most nights. Indwelling.

Friday, 23 August 2013

My popular scene


Ye- ini cuma sebagian kecil usaha gua. Masih bakal ada next graduation di kehidupan gua, dan sinkron pasti sama usaha yang harus dikelarin secara mulus. Its been whispering (on my mind while i'm having my graduate) such: "its not your main efficacy. It just a new chapter of more billion chapter. Go have a learn for chapter and verse. Find a true feeling of happiness then find someone who can share with" 

It is of course, i'm going to be an ambassadress of large soon while i'm  having to be a writer or draughts-women (too). But im kid it that i always want having a forever childishness. Profound experience with a vehemence properly. Yea. Im so bear away.. Beat brain. Amin

Dan lebih seneng, bisa kenal banyak karakter orang. Sampai ngerti ukuran temen atau sahabat, temen main atau temen akrab dan temen baik atau saudara pendosa. 

Next chapter, please
Merci, the good and the bad.



Wednesday, 14 August 2013

Melukis dan belajar makna

Hari ini belajar banyak dari pelukis aliran impresionis yang bersahaja : pak pengging. 

Bahagia dalam jiwa yang telah digariskan Tuhan. Deligthful; flawless. 

Sunday, 11 August 2013

Sirkus di otak manusia

Sebanyak tawa yang udah jadi tradisi di perayaan khidmat umat islam beberapa hari lalu, sekali dua kali (lebih sedikit dari kapasitas tawa di tradisi ini) gua udah berkontemplasi hal lanskap mengenai gabungan beberapa kondisi dalam suatu kondisi di satu jiwa. 

Well, firsty first adalah hal konteks yg harus dikerucutkan jadi beberapa macam keadaan.
keadaan 'benar-benar sendiri' 
keadaan 'benar-benar banyak manusia' keadaan 'banyak manusia, tapi sendiri' dan..
keadaan 'sendiri, tapi berkembang'

Saatnya lincah ke seluruh penjuru arah, semua berjalan dengan baik sampai kompak rasa yakin yg gampang dirancang. Itulah berjalan kalau kondisi benar-benar sendiri tidak terlalu memberatkan. 'Benar-benar sendiri' adalah kondisi mengenal segalanya-apa yg terjadi di diri sendiri. Denaturasi bahkan metamorfosa selalu mengitari passage yg mutlak berlevel-level. Dewasanya, setiap hal asing dari diri sendiri akan (secara alami) terbaca oleh cerebrum dan transfer phase akan jadi pengaruh yg paling merajai. Mereka membentuk bahkan merubah karakter yg ada. Indeed, akan ada limbah yg disisakan karna pada Adam dan Hawa dibekali nafsu yg berebut untuk segera dimenangkan. Akal bisa menjadi instrumen yg dipakai untuk memenangkan nafsu. Ambisi misalnya. Kata sifat yang berdekatan dengan kondisi yg benar-benar sendiri tanpa celah untuk pribadi lain. Baiknya adalah kondisi ini benar-benar membuktikan kapasitas kedewasaan yg seperti permadani kenyamanan. its a bed of roses and down. Mereka menang atas diri-diri mereka sendiri. Pribadi yg segalanya sanggup dan segalanya menang. Kecuali social instinct mereka.
Dan pemenang selalu berdiri sendiri. Mereka dengan bigotry-nya bersimpuh dalam pujian untuk diri sendiri sambil berkata "im a big noise". Itulah benar-benar sendiri. 
Tapi dalam pandangan gua.. untuk beberapa alasan, kondisi ini harus dialami seperti dalam lanskap genggaman cita-cita.
Kondisi yang paling tersohor adalah kondisi 'benar-benar banyak manusia'.
Dalam kondisi melupakan hak pribadi, individualis, kondisi dimana tidak memerlukan pengorganisasian sintetik namun tanpa mengabaikan esensi-esensi dan nilai kekuatan diri. Fenomenologi sintetik ini dilupakan.. Bahkan diabaikan. Mereka menjadi gabungan paling utuh sehingga muncul beberapa petak-petak sosial; petak kecil, agak besar, besar dan luar biasa progresif untuk sekumpulan petak. 'Benar-benar banyak manusia' bisa dipadatkan dalam arti memusatkan sekuritas di beban sekumpulan, memanusiakan fantasi-fantasi kesenangan pribadi. Manusia menjadi objek yg menarik satu sama lain, objek dibicarakan, diagungkan, dikritik, dicintai. Sosialis, meluapkan kesenangan mayoritas. Disini ada energi dan ligament yang sempurna, seperlunya tapi kuat.
Dan gua selalu terhanyut di 'benar-benar banyak manusia' saat pesta (with carousel:liquor or something carouse: omg God bless them) dan bedanya adalah di bawah kesadaran selalu ada kondisi 'benar-benar banyak manusia, tapi sendiri. Energi yang berhadapan dari sekumpulan dengan unit yg terpisah ini bisa jadi berbenturan karena sifat universal selalu menolak sifat minoritas. Hal ini selalu disebut-sebut oleh ahli jiwa sebagai nervous primitif. Karena terlihat oddy dan minoritas merupakan tontonan dan isu paling menarik di kaum universal. Setidaknya untuk ditertawakan.
Pasti berbenturan. 'Benar-benar banyak manusia, tapi sendiri' adalah kondisi control diri dari memanusiakan kesenangan mayoritas. Dan bukannya murni terjadi positif efek saja, hal ini akan mengubah seseorang menjadi lebih mencolok atau kebalikannya dengan berubah aneh (bukan unik). Bayangkan, seharusnya 'pecah' di molekul mayoritas dengan kesenangan yg mayoritas (pula), mereka malah memilih untuk memikirkan kondisi yg tidak pada tempat dan kapasitasnya (untuk sementara). Dan gua harus mengutip kata-kata Shimon Peres (peraih Nobel dengan keyword Perdamaian) : "kalau seorang asing menghampirimu dan kau menganggap dia saudaramu, dan semua perselisihan lenyap, menjadi persaudaraan dan persatuan, saat itulah malam berakhir dan terang hari dimulai. Dari gelap menjadi terang"
Well, artinya kalau menutup diri dan dominan menjadi unit tanpa mengecap arti benar-benar bersama manusia di banyak manusia maka mereka adalah bibit-bibit pemimpin [pemenang] tapi kondisi buruk lain mereka menyedihkan dengan pikirannya sendiri (skizofrenia misalnya). Itulah mengapa rumah sakit jiwa penuh dengan orang yg tidak mabuk tapi seperti mabuk. Tanpa carousel mereka selalu mabuk dengan fantasi minoritasnya sendiri. 
Struktur paling penting dalam kehidupan adalah pengembangan diri. Dalam kondisi 'sendiri tapi berkembang' masalah yg tidak timbul adalah masalah kecemburuan sosial. Berkembang menjadi pemakluman yang luar dalamnya sempurna untuk kehidupan di luar dunianya. Tetap mempelajari bagaimana bertingkah laku dan menetapkan pola-pola sesuai dengan sirkuit mayoritas. Beradaptasi dengan diri sendiri, membuat komitmen dengan emosi dan karakter bawah sadar. Mereka melakukan pemisahan tegas antara karakter emosi terorganisir dan karakter ineluctable-nya sendiri. Mereka tau betul bagaimana berperilaku untuk pengembangan diri. Sendiri tapi berkembang adalah momen kedewasaan paling mendalam. Mereka memenangkan dirinya sendiri dan dunia.

Jangan merekat terlalu tajam pada manusia-manusia dunia, akan datang saatnya memenjarakan keramaian. Terbiasa menyeimbangkan alam dengan selalu tau perkembangannya. Jangan seperti omega dalam abjad yunani, kuno dan hindmost. Terlambat jika kamu memimpikan menjadi manusia sendiri. Karena kaum sosialis sudah kompak merusak dunia. Bersenang-senanglah.

Vielen dank, volk.

Tuesday, 30 July 2013

Lyly de la vallée

                      Lyly de la vallee  


Lily of the valley or lyly de la vallee has the flower meaning of humility, chastity, sweetness, purity and is said to bring luck in love. It also means "the return of happiness" which is the reason why it is often used as decorations in weddings. Convallaria majalis or lily of the valley usually bloom in the month of May. This May flower is also known as the May lily. The alternate May birth flower is the lily of any variety. Lily of the valley is native to temperate areas of Asia, Europe, and North America, where it grows naturally in woodland settings. 
In Germanic mythology lilies are associated with the virgin goddess of spring ostara. The lily symbolizes life to Pagans and the blooming of lily of the valley flower heralds the feast of Ostara. The sweet fragrance and whiteness of the flowers symbolize the humility and purity of its patron goddess.

Seberapa banyak kepolosan menguasai dunia ? Seberapa banyak kerendahan hati menaklukan para pemuka durhaka ? Dan..
Seberapa besar pengaruh kemurnian hati terhadap otak-otak licik manusia ?
Determinasi untuk dua case ini adalah tidak banyak dan tidak besar. Bumi ini terlalu banyak menyimpan manusia yg mengabaikan hal-hal yg datangnya dari hati. Dan pada saatnya bumi akan meledakkan mereka sampai hanya menjadi belulang yg hampa makna. Kemudian mereka mengeluh dalam eveilnya. Namun tidakpun membuatnya keluar segera.
Lyly de la vallee menyuarakan kemurnian,  kepolosan, kerendahan hati, kebahagiaan yg suci dan tulus. Cinta yg dibendung dalam proporsi bentuk May-lyly ini selalu devosional. Yang ketika kamu memutuskan untuk asistif mencintainya terus cintalah. Kali yg pertama begitu enchanting dan membuat keemasan seperti yule di old-greek. Hamparan permadani siap menyambut anugerah Tuhan yang lain basically for humility. Kamu harus terus begitu, karena akan ada yg bersifat genuine dengan cinta yg terus menerus, enormous. Dan lebih jauh akan kamu lihat begitu murninya seperti tetesan air mata Maryam yang menangis bahagia untuk kelahiran putra sucinya. Sepenuhnya sampai akhir masa tiba, jika tidak lain adalah sebagian/setengahnya yg kamu pilih, cinta lyly de la vallee akan destruktif dengan sendirinya. Bukan secara berkala, kamu akan tidak utuh dengan sekaligus. Bukan lyly yg infantile menghisap belulangmu yg pernah melengkapi helai bunganya. Tapi delusi-mu. Keyakinanmu masih rusak, tidak layak diperjuangkan pun dimenangkan May-lyly. 
Enormously, love without but, love without little, enormous love. Incessantly.

Jangan malu-malu
Mendekat dan cium kehangatan
Tidak, jangan sekaligus
Keserakahan membuat kasar permukaan hatimu.

Vielen danke, volk.
I have sorry.. Me irl

Monday, 29 July 2013

Manuscript of happiness

     
    Plot cerita hari ini jauh dari phosphene. Matahari malu untuk muncul bahkan sekedar bercerita kumulus pun tidak. Naungan hari ini adalah rentang interval antara gerimis dan badai yg saling bersimpulan. Antara gua dan pepohonan bosbow layak disebut persahabatan. Floral yang bercorak. Gua selalu jatuh cinta.
    Waktu yang gua tempuh untuk sedikitnya merasa nyaman sama diri sendiri selalu lebih kurang dari waktu gua memandirikan hati dan karakter gua. Tuntutan peran di lakon teater dibuat-buat ke kehidupan yg terlalu nyata. Dan jam 03.14 ini terlalu awal untuk phosphene. Apalagi adalah raga gua sebagai lakon teater di bumi Tuhan.
    I'm too old to put a candy on everythings problem. Selalu kata-kata ini yg mendeskripsikan bahwa hal adalah serumit yang gua pikirkan. Karena yg manis kayak permen gak bertunangan sama problema yg terlalu berat. Likely I ought to put the bomb on the real problems. Karena yg manis selalu jadi pahit kalau harus dicampur dengan hal rumit. Satu-satunya jalan untuk tempuh selesai hal itu adalah bom. As a last resort or asylum. Lo gak bener-bener nyangka bahwa bom yg gua maksud adalah bom beneran yg dipake amrozi di bali kan ? Well, tp yg namanya bom selalu multi-impact kan. Positif negatif.
    Asylum yg gua kaji dari buku adalah tempat kejiwaan buruk berakhir. Sometime, gua berhenti di satu titik dimana gua cuma butuh pelukan. Disaat permen gak bisa mengubah problem yg seada-ada bangsatnya. Ajaibnya gua gak selalu mendapatkan itu, dan gua masih tetap pretty fine and happy and lucky and laugh like a drain.
    Gua merasa terbebani dengan doa-doa mom gua yg udah channeling bgt secara iradiasi ke Tuhan Semesta Alam. Doa yg pasti selalu tersalur supaya gua bahagia dan sentausa. Gua akan selalu bahagia dan sentausa dan blessedness. Sinar yg diautorisasikan bukan cuma secercah, atau segarisan dengan sinar-sinar di celah pine-tree. Hal keterberkatan ini membuat gua jadi seorang panchromatic. Setelah ini gua akan menemukan manuskrip Tuhan yang dibuatkan-Nya demi jalan cerita selanjutnya di hidup gua.

Somebody just need hug. And talk blunty. No rot. Me irl.

Very thanks, nighthawk.

Thursday, 25 July 2013

A curio


Im neither actually genius nor special, im just emotionally curious and hungered for philology. And guess I have an answer for my easiness. Masterpieces of Paulo Coelho. Those make me have some review to be write on. So enthusiastic to make em alive in my mind.
~The alchemist
~The fifth mountain
~A witch of portobello
~The pilgrimage
~Aleph
~By the river piedra I sat down and wept
~Veronika decides to die
~The winner stands alone
Those which I read last few months. I'm so excited to make it fastly to finish my reading. Sometime its really helped me to reach an enunciation for some trouble that I find of. 

Point of views that belong of coelho ;
                 Death
Death urges us to take a risk, risk everything for the sake of something we dreamed about, and avoid is to being "undead"
                  Love
Love is a trap, when it comes, we only see the light, not the dark it. 

Coelho always put some misteries in every figure he creates on. A lunatic of mystery. So hearted it! I was beginning to understand that love is not a habit, a commitment or a debt. It isn't what romantic songs tell us it is. Love simply is. No definitions. Love and dont ask too many questions. Just love.
And that point was gripping me to stay and just love. Well, its creepy. But there I was.

And death, something that would'nt be shunned and rejected, is just a little parcel of death. if you're moving, it gulping you down snaply. Just quite still and close your eyes.

Dan gua selalu penasaran kenapa Tuhan pada saat yg sama, menyuruh kita berusaha dengan seluruh akal, perasaan, dan kasih kita untuk bertahan hidup, belajar dan bekerja sementara Dia udah menentukan takdir bagi kita di dunia (dari semenjak di alam kandungan udah tertulis takdir kita nanti seperti apa).. Is it fair ? 
jawabannya gua ilhami dari pandangan coelho juga. Tuhan menilai, kemudian menentukan. Tuhan menginginkan campur tangan kita, sedikit saja. Tuhan melatih kita untuk banyak hal, di dunia. Dunia ini luas, dan Tuhan mau kita mempelajarinya, menghirup udara terang dan gelapnya. Merasakan lelapnya sedih, haru, senang, kehilangan, sampai menemukan. Menemukan ketuhanan yg begitu Esa. 
And..
How do we find the courage to always be true to ourselves, even if we are unsure of who we are ?
Haha. Simply how.. Belief in God.

Masterpieces yg terkumpul gak akan selalu ada artinya kalau cuma jadi pelengkap book&beyond yg diasumsikan sbg justifikasi bahwa lo adalah kaum intelektual. 
Ada dua bahasa: bahasa manusia dan bahasa fiil (bahasa isyarat dari Tuhan, kita harus peka untuk memperhatikan tanda-tanda dan isyarat dari Tuhan). Bahasa Tuhan terlalu indah untuk diabaikan. 

So thats why I posted these words. Dengan bahasa.

Thanks, throng.

Tuesday, 23 July 2013

Moon parting

Ada sekitar 100 ton meteori-meteorit kecil yang rata-rata berukuran debu, masuk atmosfer Bumi setiap harinya. Dan ada selundupan perasaan-perasaan kecil yang masuk atmosfer kehidupan setiap detik bibir kami bersahutan.
Planet ini budak. Kedudukan bintang besar merajai orbit-orbit terhitung horizon. Kami disitu sedang berdiri memutar sentuhan.

Tentang matahari sebagai bintang, galaksi dan fase kehidupan planet. Bermegahan diantara garisan flaming nebula karena sepi tanpa mereka. Seperti kami yang mulai menanyakan apa gunanya jari yg bertautan satu sama lain, seperti menenangkan karena terlalu sendiri. Cuma karena susah diam.

Rasi yg menjadi radian hujan meteor di tahun-tahun meteor adalah rasi yang terangnya selalu kalah dengan cahaya bulan. Dan Bulannya terbit diantara reruntuhan kuno bagian tersempit.
Ini kami yang delikasi dalam dua berbeda tapi paling ego adalah paling menang. Selalu aku.

Dan sebelum bulannya cekung, ini delusi dan fiksi cello-ku :
Do you know what I've learned ? 
That although ecstasy is the ability to stand outside yrself
Dance is a way of rising up into space
Of discovering new dimensions while still remaining in touch with your body
When you dance, the spiritual world and the real world manage to coexist quite happily
I think classical ballet dancers dance on pointe cause they're simultaneously touching the earth and reaching up to the skies.

Ingatanku, namaku binar saat menyanyikan fiksi cello ini. Aku sempurna membuat kami jadi saling hilang ingatan. Padahal aku (sebenarnya) tidak. Beberapa jam,retina kami membulat dan cello yg lebih kecil menuntun kami bersahutan lagi. 
Malamnya masih dimenangkan terang Athena. Of course.





Sunday, 21 July 2013

Clinked yesterday: to owned up

There's so many things ago which in trouble with me. Rarely I have those cleared by others. I had cleared all by myself to rights. It follows on that I'd got lessons for those which faintly matter.

It have really allowed on my sensitive mind. Does often I turn off my core polemic, among me myself and cerebellum to get into desire who really I wanted. It purpose to keeps trying the prestige. 

C'mon..
Alles was ich brauche ist die holzen und sĂĽĂź sind vegetation angebracht. Ware witklich schon, in den tiefen der duft zu sein.

I do love when I was sun dressing between ruins of morning, sun-kissed on the battle forest. Plant mineral wood loving these so hard. These made me felt as I ought to live for aeon. So nicer to be better to be fancier. 

Oh yah, recently I felt so close with the man whose name was R. And by the way I doesn't seldom writes about him. 

Such as.. My message to him (on twitter)
There is a girl who still writes you. she doesn't know how not to.
Or this..
you talk to me with words & i look at you with feelings




Waw. So excited to feel that (: God bless me for this feeling in a way.
But its not the end of my eternal life. Life is long. Life so fun. It may be change at any times. such as previously I met and stepped out with one man who pantywaist, yeksss! So I left him easily..
Pretty sure I'll be wild and nice in a same way. I mean just don't be doubt of everything in life. Its my religion.

Out there, roses blooming out like children in a play. Lets play! 

Thank you, ocean.






Thursday, 18 July 2013

Balance


A dreamer: flame-spark of life

After all, i walked in the forest for seconds. I remembered many nights during my blankness when i had loved and hated the hypocrisy myself to forever in love with the man who had put it around me.
Like all women, I'd dreamed of one day meeting an enchanted prince, who would marry me, give me children, and shower attentions on my family.
Like many women, I fell in love with a man who could give me none of those things, but with whom I shared some unforgettable moments, moments my child would never understand, but happy. I could bear that..
May i find love, much love in my life..
There's no need, my enchanted dream will come to me when i was ready to put him to the part of my flame-spark of life.
This note incredibly made in the some breath of "King-supernatural" 
So thanks im proud to be seltsam.

Saturday, 13 July 2013

Love yourself first


Nothing wrong with your ego

Long Sigh.
Kalau udah long sigh gini sih pasti meaningfulnya menyangkut problema akademik. Ya, apalagi kan ? kalau masih seumuran gua blm kepikiran soal fluktuasi rekening listrik gitu kan ? :} Alasan lain ya karna gua bukan anak IPA yg bego-bego amat, jadi gua masih percaya sama rumus dari seorang ahli fisika bahwa percepatan suatu benda selalu berbanding lurus dengan besar gayanya. Newton II yah kalau gak salah.. Itu sama halnya kayak: effort yang besar bakal menghasilkan tujuan yg rampung dalam waktu cepat jg. Jadi, urusan akademik harus disetting serapih mungkin biar kedepannya gak semaput dan cepeeet beres! Dan well, gua juga termasuk orang yang gak pernah berusaha ngusik kenyamanan sendiri buat sesuatu yg ribet atau bahkan ngorbanin itu buat orang lain. Yep, ego. Setiap manusia pasti punya ego kan, tapi  penempatannya aja yg beda-beda. Disebut ego karena manusia punya akses perasaan sama akal yang beda jalur.. Bersebrangan.. Akal selalu ngarahin sama hal-hal yg serba masuk hitungan logis sedangkan perasaan disebrangnya akal. Nama ego ini ciptaan manusia kayaknya.. karna suka berada di tengah-tengah, manusia kadang nolak ego sebagai hal yg 'duh batu banget' tapi kalau udh nyangkut lagi soal 'untung rugi' buat diri sendiri udah pasti keyakinan sama ego pribadi dijunjung jadi hal yg benar. Menurut gua sih gitu.. 
Ya, ego gua sih skrg lagi gak mau berurusan sama yg ribet, poinnya soal cinta-cintaan gitu. Udah lama gak punya pacar dan belum nyoba lagi deket sama laki adalah pilihan gua buat gak ngorbanin hal-hal diluar familiarize gua.. Ya belum tau aja harus bersikap apa kalau akuntabilitas/equilibrium kehidupan akademik, sosial, dan bahkan finansial gua bakal terganggu gara-gara cinta-cintaan. Karena buat sebagian orang kayak gua bakal lebih ribet kalau udah cinta tapi cintanya ngerusak keseimbangan habitual way of thinking for anything. Ribetnya sih soal cara ninggalinnya. Karna stuck bukanlah gua banget. Sombongnya sih gua gak akan stuck sama laki yg emg gak bawa good effects. Semaput bgt kalau udah serius tapi gak balance.
Karna pacaran serius itu bukan soal nyaman gak nyaman atau cocok gak cocok. Pacaran itu kan penggabungan dua karakter/materi yang sama atau (bisa jadi) berbeda menjadi satu kesatuan agreement. Ya bukan berarti kalau berbeda gak bisa terbentuk jadi unity kan. Kayak air dan minyak yang walaupun udah digabung di satu tempat, tetep aja misah. Itu anggep aja lain lagi deh pemahamannya. Di problema pacaran sering kali harus ada pengakuan kalau untung-rugi masih berjalan bergandengan sama cinta. Ya bodoh juga karna cinta lo harus abis-abisan sampe abis kebanget-banget-bangetan.
Dan oleh karna itu berdasarkan dari asas ke-acuh tak acuh-an gua, maka dirumusin kalau punya laki ya yang harus bisa ngebuat gua tetap punya keseimbangan kehidupan gua yg dari awal udah dibentuk. Kehidupan sama keluarga gua, kehidupan sosial, kehidupan finansial, dan first compulsionnya adalah equilibrium kehidupan akademik gua. Pun, gua harus punya kecakapan bertindak yang sama untuk kehidupan pasangan gua. Ya, kalau udah complicated sama urusan pacaran yg gak disetujuin nyokap bokap sih (kayak masa lalu gua gitu) ya gak usahlah dipikirin. Udah dipastikan ngerusak keseimbangan banget.
Pernah kan denger Tuhan Maha Baik ? Ya itulah, lebih baik santai aja dulu soal cinta-cintaan. Tuhan bakal ngasih hadiah pasangan keseimbangan buat lo di waktu, kondisi, dan pribadi yg ketika saatnya emang harus diberi. Tepat dan beyond comparing. 
Sampai saat ini sih gua masih mutusin buat jadi batu banget.. Kan kmrin baru jujur gitu soal perasaan sama laki-laki eh foolish banget sih kayaknya. Hari ini udh jadi batu lg. karna enakan jadi batu di goa-goa yang blm terjamah manusia. Epic apik! 
Udah kepanjangan belum ? 
Bye

Wednesday, 5 June 2013

Perbedaan, tidak bosan-bosan

Didasari oleh rusa kota hujan yang lincah polos, celingak-celinguk tanpa beban.

Pagi tadi,
Masalah perasaan.
Perasaan memang selalu untuk dipermainkan atau kebalikannya. Mempermainkan.
Such as..
Hujannya tidak konstan
Tapi rusanya sedikitpun tidak ubah
tidak keluh kesah, apalagi marah.
Ya, tentu gua yg marah.
Hujannya benaran tidak konstan.

Konstan ?
Adalah satu diantara mereka bilang bahwa konstan artinya absolut dalam keadaan yg tidak mengecewakan, dalam kejadian atau usaha yg tanpa inovasi, evolusi, rotasi dan apapun -si. Selanjutnya satu diantara mereka yg lain lagi bilang bahwa konstan adalah kejadian atau usaha yang hasilnya mutlak tapi dalam perjalanannya bisa terjadi perubahan-perubahan (dengan tidak sedikitpun mengubah hasil mutlaknya itu). 
 


Beda! 
Tapi cara menerjemahkan kode-kode perbedaannya hampir sama seperti kita menganggap dua orang kembar yang berbeda karakter. Oh, i mean.. Berbeda karakter tapi rupanya sama. Atau kereta api dengan rel berbeda tapi tujuannya sama-sama kota.
Just like that..
Kenapa harus dibingungkan masalah perbedaan sedangkan sebelumnya sudah ada ikatan 'saling' penerimaan. 
Seperti perlu buka mata, hati, lebarkan telinga bahwa : berbedalah, tidak akan bosan. Berbedalah, akan ada jalan tengah yang menyatukan. Tidak memenangkan ego salah satu jiwa.
Ah, de(a)er!  Tentu saja polos itu easy peasy sekali! 

Salam semesta (bersenandung mesra)


Tuesday, 14 May 2013

Jadi mau manis pahitnya, tidak ?

So, this is a beauty case ever in my halfway to go. I keep trying to get up at risk while my heart was going vis with doubtfulness. I never know where do they come from, even its smattering of. But i do believe, in order to get hefty as steadfast as a rock; I should've rammed to the fullest, at the point of death, but still wake up hoping the new collision- survive- and make a new voyage with a bitter experience, but for me its all just like a sweet medicine in morning.. untimely to give up in the morning. Moon couldn't be refused of its beauty.. daintily.. Smile in the night with a same experience.. Bitter, oh well- i just been added a sweet cause i really like to be like this.
Hidup manis berlebihan, bosan.
Hidup pahit keterusan, cobaan.
Jadi, boleh gua akhiri kebingungannya ? 

Sunday, 12 May 2013

Inequity

From the book which has memories faintly removed on mind.

Jangankan abu-abu, hitam saja tak terlihat. Putih juga termakan kalap. Seperti warna suntan yang mengurang tidak normal. Hingga spurt elegi mulai terasa dengan kadar debu negatif yang terlalu pekat. Berharapnya memiliki emosi untuk sekedar meraih gagang harapan. Nol. Namun, tak semudah semburat senja yang jarang absen dilihat.Ya, sebab dari Tuhanmu pemilik banyak semesta, bukan hal yang sulit menyapa senja. Jadi siapa yang gila menganggap hitam tidak pekat dan putih tidak sinar ? Sementara Tuhanmu tidak pernah menuliskan hal dengan tidak jelas. Sedangkan telah ada takdir yang tertanda mutlak di buku akhirat. Jadi, ini hanya perasaanmu ? Ya. Boleh sadar, perasaanmu mengalahkan kepastian.

Jadi. Tulisan ini untuk apa kamu buat ?
Ini lukisan perasaan mengenai ketidakstabilan. Disertai arti kiasan bahwa ada makhluk yang senantiasa menoleh pada harapan namun tidak berjuang.



Tuesday, 7 May 2013

Melukis: meadow of soul

Karena saking sayangnya gua sama canvas dan wan-kawannya. So, here I spin a yarn how much I really love them. Awalnya, gua ngira ini cuma asal-asalan suka aja karena liat banyak warna, banyak bentuk, dan banyak yg bisa dieksplor. Gua kenal mereka dari om gua yang tangan dan hatinya udah pol bgt di lukis-melukis. Asik, fokus, lupa waktu. Itu yang gua temuin pertama kalinya di om gua pas lukis. Nyebelin ah..
Gua juga lupa sih kapan gua mulai senang dan coba-coba. Yg jelas, lukisan yang diwariskan om gua ke gua (untuk dicoba meniru) adalah fresco ( lukisan langsung di dinding ). Dan seinget gua lagi, itu susah.
Melukis itu ngasih yang terbaik. Itu yang selalu gua inget dari om gua. Lebay banget sumpah! padahal profit financial dia dari melukis juga gak banyak (re: yah dulu gua matre). Penasaran juga sih kenapa sampe segitunya dia cinta bongkahan-bongkahan warna itu. Tapi ternyata, ada hal yang gua temuin pas gua udah coba dan mulai lupa waktu. Bukan soal finansial lagi.. tapi nagih, ambisi, indah. Stress bisa ilang banget pas nemu paduan warna. Dan penuhnya gua percaya bahwa : Tuhan menciptakan sesuatu memang selalu memiliki makna dan pasti berguna.
Berantakan banget kalau udah nemu mereka.. Berantakannya kayak naksir sama cowok yg gila games, kalau udah ngegame gua dicuekin (curhat, trims)
Dulu sih susah.. Sekarang enjoy dan sometimes it feels like indispensablelity.. Ya kan cinta karna terbiasa..
Hasil lukisnya sih gak bagus. Tapi ya stressnya hilang..