Tuesday, 23 July 2013

Moon parting

Ada sekitar 100 ton meteori-meteorit kecil yang rata-rata berukuran debu, masuk atmosfer Bumi setiap harinya. Dan ada selundupan perasaan-perasaan kecil yang masuk atmosfer kehidupan setiap detik bibir kami bersahutan.
Planet ini budak. Kedudukan bintang besar merajai orbit-orbit terhitung horizon. Kami disitu sedang berdiri memutar sentuhan.

Tentang matahari sebagai bintang, galaksi dan fase kehidupan planet. Bermegahan diantara garisan flaming nebula karena sepi tanpa mereka. Seperti kami yang mulai menanyakan apa gunanya jari yg bertautan satu sama lain, seperti menenangkan karena terlalu sendiri. Cuma karena susah diam.

Rasi yg menjadi radian hujan meteor di tahun-tahun meteor adalah rasi yang terangnya selalu kalah dengan cahaya bulan. Dan Bulannya terbit diantara reruntuhan kuno bagian tersempit.
Ini kami yang delikasi dalam dua berbeda tapi paling ego adalah paling menang. Selalu aku.

Dan sebelum bulannya cekung, ini delusi dan fiksi cello-ku :
Do you know what I've learned ? 
That although ecstasy is the ability to stand outside yrself
Dance is a way of rising up into space
Of discovering new dimensions while still remaining in touch with your body
When you dance, the spiritual world and the real world manage to coexist quite happily
I think classical ballet dancers dance on pointe cause they're simultaneously touching the earth and reaching up to the skies.

Ingatanku, namaku binar saat menyanyikan fiksi cello ini. Aku sempurna membuat kami jadi saling hilang ingatan. Padahal aku (sebenarnya) tidak. Beberapa jam,retina kami membulat dan cello yg lebih kecil menuntun kami bersahutan lagi. 
Malamnya masih dimenangkan terang Athena. Of course.





No comments:

Post a Comment