Monday, 29 July 2013

Manuscript of happiness

     
    Plot cerita hari ini jauh dari phosphene. Matahari malu untuk muncul bahkan sekedar bercerita kumulus pun tidak. Naungan hari ini adalah rentang interval antara gerimis dan badai yg saling bersimpulan. Antara gua dan pepohonan bosbow layak disebut persahabatan. Floral yang bercorak. Gua selalu jatuh cinta.
    Waktu yang gua tempuh untuk sedikitnya merasa nyaman sama diri sendiri selalu lebih kurang dari waktu gua memandirikan hati dan karakter gua. Tuntutan peran di lakon teater dibuat-buat ke kehidupan yg terlalu nyata. Dan jam 03.14 ini terlalu awal untuk phosphene. Apalagi adalah raga gua sebagai lakon teater di bumi Tuhan.
    I'm too old to put a candy on everythings problem. Selalu kata-kata ini yg mendeskripsikan bahwa hal adalah serumit yang gua pikirkan. Karena yg manis kayak permen gak bertunangan sama problema yg terlalu berat. Likely I ought to put the bomb on the real problems. Karena yg manis selalu jadi pahit kalau harus dicampur dengan hal rumit. Satu-satunya jalan untuk tempuh selesai hal itu adalah bom. As a last resort or asylum. Lo gak bener-bener nyangka bahwa bom yg gua maksud adalah bom beneran yg dipake amrozi di bali kan ? Well, tp yg namanya bom selalu multi-impact kan. Positif negatif.
    Asylum yg gua kaji dari buku adalah tempat kejiwaan buruk berakhir. Sometime, gua berhenti di satu titik dimana gua cuma butuh pelukan. Disaat permen gak bisa mengubah problem yg seada-ada bangsatnya. Ajaibnya gua gak selalu mendapatkan itu, dan gua masih tetap pretty fine and happy and lucky and laugh like a drain.
    Gua merasa terbebani dengan doa-doa mom gua yg udah channeling bgt secara iradiasi ke Tuhan Semesta Alam. Doa yg pasti selalu tersalur supaya gua bahagia dan sentausa. Gua akan selalu bahagia dan sentausa dan blessedness. Sinar yg diautorisasikan bukan cuma secercah, atau segarisan dengan sinar-sinar di celah pine-tree. Hal keterberkatan ini membuat gua jadi seorang panchromatic. Setelah ini gua akan menemukan manuskrip Tuhan yang dibuatkan-Nya demi jalan cerita selanjutnya di hidup gua.

Somebody just need hug. And talk blunty. No rot. Me irl.

Very thanks, nighthawk.

No comments:

Post a Comment