Kemudian hadir banyak luka lain, luka yang hidup selalu berikan, baik kehilangan, penghianatan atau sekedar omongan yang ga mengenakkan. Sesekali aku mendapat julukan, seringnya ga mengenakkan. Ga jarang ku marah. Mungkin karna itu memang benar. Makanya ku marah hehe
Bahkan yang kuingat, orang yang kusayang juga ga memperjuangkan, mungkin dia pikir juga itu benar. Sampai akhirnya ku juga mengiyakan. Terbentuklah aku yang begitu. Yang padahal belum tentu begitu tapi menjadi doa bagiku yg akhirnya ku kabulkan. Cape juga menolak nasib bukan?
Bapaku cinta pertamaku, banyak ku taruh ekspektasiku. Dia membuat kesalahan yang sama sekali gabisa kulupakan, tapi tenang, aku memaafkan. Ya tapi tuh bukan berarti melupakan dong. Itu namanya trauma? Ga juga sih, aku masih menyangkal.
Kita terlalu banyak berekspektasi, orang yg kita cintai pun melakukan kesalahan, dia ga sempurna. Dulu aku menganggap bahwa ga melakukan kesalahan adalah bentuk cinta yang utuh. Bentuk cinta yang ku tau.
Ternyata aku ga banyak tau. Bentuk cinta itu banyak. Orang yg kucinta juga bisa membuat kesalahan, yang harus kulakukan selain memaafkan adalah menerima kelemahan, kekurangan, ketidakmampuan orang yang kucinta dalam mengabulkan semua ekspektasiku terhadapnya. Begitulah bentuk cinta lain yg ku tau sekarang.
Aku sungguh memaafkan. Semoga bisa melupakan tanpa banyak meluapkan.