Saturday, 1 February 2014

jism-jism yang tidak terkendali

lo gak akan pernah bisa faham,
gak akan pernah selibat tindih dengan apa yang dirasain orang lain, bahkan bagi si pemilik empati yang paling mendarah daging sekalipun. 
Jadi, untuk perasaan semacam ini gua lebarkan jadi yang gak akan pernah bisa difahami, whatsoever;whosoever.

Penciptaan manusia dari setitik mani tumbuh sebelangga, diresapi gumpal darah, tulang-tulang putih pucat & dibuat jadi istimewa cukup dengan frasa akal kemudian dibekali hati yang mudah berubah, merupakan penciptaan naik turun yang pernah ada.

Hati lo gak selamanya suci, kuatnya bisa diredam dengan godaan berpuluh billion nikmat yg dosa.
tapi, jiwa paling luhur akan tetap suci & transparan & monoton. 
yang nyata, & jangan lupa adalah asal lo dari mani yang dihinakan apabila gak suci pada kondisinya. 

Panjangnya akal bisa diubah dengan arak dan pil mewah dengan tawaran paling senang. Tapi jiwa yang luhur tetap suci.
Gak ingatkah ratapan adam hawa saat harus pergi dari bahagia yang sempurna kekalnya ? itu jejak paling jelas yang gak akan pernah lo tau ujung kisahnya tanpa membaca kitab Tuhan. Itu jejak paling terberkati yang menjadi buah bibir di setiap kisah kitab-kitab agama. Jiwa sebenar-benarnya tetap suci di bagaimanapun keadaan dosa. 
Asal mendengar namanya, gua teringat banyak jiwa suci yang naungannya masih di jism-jism penyuka senang yang belaka.
& tanpa tau kapan kembali.