Sunday, 29 November 2015

so this is hurt, seriously ?

meninggalkan dan ditinggalkan adalah bagian dari kehidupan, dengan nama lainnya berupa kesedihan, kesedihan yang bergantian, dengan akhir yang sudah bisa ditebak maupun sebaliknya, dengan hikmat maupun sebaliknya.
karena setiap kata di dunia ini selalu berguna, maka keduanya pun memiliki tempat di bagian-bagian yg disiapkan Tuhan untuk melacak ketahanan & pertahanan. jadi mereka ada gunanya.
bukankah jiwa perlu diasah ? bukankah mereka butuh sedih agar tajam indera perasa ? begitukah bentuk tanyanya soal jiwa & leluhur-leluhurnya ?
pernah ada yang bilang, apapun dunia ini berputar, seperti giliran. yang dilahirkan akan melahirkan karna takdirnya, yang dicintai akan mencintai pada normalnya, yang ditinggalkan bisa berubah meninggalkan selagi itu garisan Tuhan. dan akan selalu begitu terus.
setebal apapun tangis bujuk untuk dijauhi sakit, ga berguna karna Tuhan punya rencana sama untuk semua alam penghidupan: belajar. ada yg salah, yg menyalahi rules ketuhanan, mengingkari janji, mematah semangat, membawa aib, menyakiti. bagian inilah semua berlomba belajar, salah sampai benar, amatir sampai handal, ragu sampai khatam, gelap sampai senang. selalu begitu terus.
hari ini..
betapapun baik perangai, betapapun halus tutur, betapapun puji-pujian segala ada, siapapun ga bisa menghindar dari di/menyakiti. di/meninggalkan.
karna beda, semua manusia beda. ada billion-billion pandang dan komentar beda.
ditinggalkan ? ya memang kenapa ? mungkin kamu memang kurang baik, kurang sempurna, kurang cerdas, kurang cantik, ga sama sekali tampan, ga pantas, lalu kenapa ? kamu harus tau kalau kamu akan belajar, jadi bertahan, kamu ga akan kurang, ga kurang sedikit pun bertahan & belajar. ga kurang sedikit pun belajar menahan, faham kalau-kalau ini terulang sudah khatam bagaimana pulih, bagaimana kembali, bagaimana berbahagia lagi.
meninggalkan ? apakah bangga ? brengsek ?
bukan, ga semua yg meninggalkan selalu begitu terus, kamu mungkin masokis sombong yg selalu beranggapan orang lain yg melakukan berulang, bukan, mungkin kamu belum tau kalau tugas mereka sudah selesai, prnya terlalu liyat sampai bosan & ditinggalkan. atau memang brengsek ? itu tentu ada, banyak macamnya, semua karna garisan Tuhan. buat belajar, kamu bisa jadi keduanya, ya tunggu giliran.
dunia apapun berputar.
terima kasih yang berulang 🙃

Thursday, 14 May 2015

ini bohong

siapapun yang pergi untuk melukai
dan yang datang untuk mengobati
adalah hadiah Tuhan bahwa bagaimanapun jenis rasanya, kamu akan selalu baik-baik saja




gerbong kereta identitas

18:35
tempatnya ga pernah jadi sepenting ini buat sekedar iseng-iseng mikirin apa yg orang lain pikirin di otaknya pas ga sengaja tatap muka.
semua orang kaya beda-beda, tapi ternyata sama aja, dibawah kendali jutaan miliaran peraturan moral yg ada di daerah tinggal, yang bahkan detail ayatnya juga ga hafal.
yang lebih berani tatap muka kemudian conventionally melirik lebih nakal, bakal dibilang nakal lebih lebih.
yang lebih takut tatap muka kemudian padam ekspresinya mungkin ditatap sedih sama beberapa jism yg agak-lebih-nakal, dianggapnya yg langsung padam malu-malu itu lebih ga menyenangkan hidupnya.
ini, ga pernah sepenting ini di gerbong yg baru sejam lalu ada ibu-ibu teriak marah karna bungkusannya buyar dijepit pintu gerbong wanita.
lbh ga penting lagi, gimana aslinya pikiran security di gerbong setelah minta maaf ? ga mungkin sesuci itu dia anggep dirinya pantas buat dimarah-marahi.
terus ekspresinya apa selalu bisa jadi cerminan yg bener-bener utuh keluar dari hatinya ? 
urusannya ga penting-penting amat, tapi zaman se-teknologi ini, alat deteksi instan buat hal ini udah ada belum ?
karena emang ga terlalu penting mikirin detail yang ada di otak hati dengkul jiwa manusia, jadi alat deteksi itu mungkin ga penting-penting amat dibuat.
kecuali, beberapa hal yang bisa lo raba sendiri kejadiannya gimana..
dan lebih-lebih ga penting lagi, ada yang cape-cape ngetik hal yang ga penting-penting amat ini. 
its okay,
move on