karena setiap kata di dunia ini selalu berguna, maka keduanya pun memiliki tempat di bagian-bagian yg disiapkan Tuhan untuk melacak ketahanan & pertahanan. jadi mereka ada gunanya.
bukankah jiwa perlu diasah ? bukankah mereka butuh sedih agar tajam indera perasa ? begitukah bentuk tanyanya soal jiwa & leluhur-leluhurnya ?
pernah ada yang bilang, apapun dunia ini berputar, seperti giliran. yang dilahirkan akan melahirkan karna takdirnya, yang dicintai akan mencintai pada normalnya, yang ditinggalkan bisa berubah meninggalkan selagi itu garisan Tuhan. dan akan selalu begitu terus.
setebal apapun tangis bujuk untuk dijauhi sakit, ga berguna karna Tuhan punya rencana sama untuk semua alam penghidupan: belajar. ada yg salah, yg menyalahi rules ketuhanan, mengingkari janji, mematah semangat, membawa aib, menyakiti. bagian inilah semua berlomba belajar, salah sampai benar, amatir sampai handal, ragu sampai khatam, gelap sampai senang. selalu begitu terus.
hari ini..
betapapun baik perangai, betapapun halus tutur, betapapun puji-pujian segala ada, siapapun ga bisa menghindar dari di/menyakiti. di/meninggalkan.
karna beda, semua manusia beda. ada billion-billion pandang dan komentar beda.
ditinggalkan ? ya memang kenapa ? mungkin kamu memang kurang baik, kurang sempurna, kurang cerdas, kurang cantik, ga sama sekali tampan, ga pantas, lalu kenapa ? kamu harus tau kalau kamu akan belajar, jadi bertahan, kamu ga akan kurang, ga kurang sedikit pun bertahan & belajar. ga kurang sedikit pun belajar menahan, faham kalau-kalau ini terulang sudah khatam bagaimana pulih, bagaimana kembali, bagaimana berbahagia lagi.
meninggalkan ? apakah bangga ? brengsek ?
bukan, ga semua yg meninggalkan selalu begitu terus, kamu mungkin masokis sombong yg selalu beranggapan orang lain yg melakukan berulang, bukan, mungkin kamu belum tau kalau tugas mereka sudah selesai, prnya terlalu liyat sampai bosan & ditinggalkan. atau memang brengsek ? itu tentu ada, banyak macamnya, semua karna garisan Tuhan. buat belajar, kamu bisa jadi keduanya, ya tunggu giliran.
dunia apapun berputar.

No comments:
Post a Comment