hari-hari yang sama, beberapa topik yang diulang, lelucon yang mulai monoton dan dentuman keluh kesah di langit-langit jalanan ditambah sesekali teriak untuk kehilangan yang ga begitu bervariasi. sedikit sangsi dengan semua keberantakan sikap-sikap manusia karna terkesan kurang mahir di setiap (hal) problema yang (sebenarnya) adalah itu itu lagi. polanya selalu sama dengan beberapa peran yang hanya dibolak-balik unsur nama & tempat & fase juga pertumbuhan problema hal. ringkasnya, problema adalah selalu bervariasi pada porsi yang hampir sama karena sedikit banyak naik level sebagai ujian yang telah disiapkan Tuhan untuk akhirnya sekedar berlalu, dengan ataupun tanpa hikmat. Karena ini hanya berupa keluhan, jadi ga akan ada cerita yang benar-benar utuh dengan proses deduktif-induktif yang implisit atau eksplisit.
semakin jelas berantakan
jelas bukan ?
permainan di dunia semakin gampang & mengerucut semakin sedikit, ialah (hanya) berupa: nada-nada sederhana yang menginspirasi, intonasi-intonasi suara yang pandai membujuk, jemari-jemari yang lincah mengajak dan beberapa portrait-vidio yang bagai menguasai dunia.
Jelas bukan ?
Kesenangan saat ini seperti secarik portrait tersenyum luas memeluk lekuk-lekuk telanjang dalam caption-caption unik sekedar untuk persuasikan keadaan yang riuh senang brengsek bebas dan megah. Tanpa terlihat dibuat-buat tanpa terlihat mengada-ngada tanpa terlihat sengaja.
Jelas bukan ?
Kesedihan saat ini berupa seorang renta mengaduk-ngaduk beberapa bungkus sisa, melewatkan bagian-bagian tersenyum nya & memilih berziarah memikirkan cacing-cacing perutnya yang terlatih bernyanyi setiap detik, semakin hebat memelas kasih, semakin kuat berperan sedih, tanpa lengah sedikitpun peluh yang (secara alami) memang berpasangan dengan segala bentuk kesedihan kepenatan & terpuruk.
kenapa selalu begitu ?
ga ada tempat untuk manusia-manusia sederhana yang mengumumkan seberapa hebat kesenangannya; teater mungil pusat kota, petikan gitar adik-kakak, cibiran kecil tanpa gaff dan beberapa syukur mengingat Tuhan. memang terlalu sederhana, begitu dekat, begitu sedih saat terlalu jauh.
Sebelum mengalami yang begitu jauh bisa terasa dekat, kotak-kotak hidup selalu seindah aslinya, pohon hijau akan terus menghijau tanpa berubah menguning, atau sedikit highlight atau cenderung perak maupun beberapa bokeh karna pendar cahaya. Awan mendung serta kilat kemarahannya akan tetap mengilat padam tanpa dipikirkan volum kepadamannya, tanpa perlu mempelajari koheren kegelapannya, atau bingung mengatur cahaya monokromnya. Hanya tau itulah cahaya yg padam di awan, mati listrik rupanya, dan terbit sekilas warna-warna yg dianggap jelmaan bidadari.
bidadari sudah enggan menginjak kaki langit, bidadari bermain di atap, diantara langit & bumi sudah ga ada celah kecil bagi yg ga terlihat jelas. Bumi juga terlalu bulat sehingga takut terpeleset memutar, sepertinya akan pusing & tentu saja ga akan berguna lebih.
Hari ini kubilai-khan diputar ulang dimulai senja, mari berputar sederhana menertawai tarian aslinya, akan begitu jelas tanpa bosan untuk yang bisa, untuk yang suka, untuk yang rela.
danke
