I need pain. Butuh sebanyak-banyaknya duka: karena hal-hal duka yang membuat radar peka, makin sejati, sampai belati juga ga membuat mati. Sumpah demi apapun yang ada di langit, di bumi, di pembaruan dunia, di dasarnya maupun sekat-sekat antara ketiganya, dikejar memutar sambil menggigil pun ga akan membuat kering instinct untuk hidup, bagi yg ingin hidup; atau beberapa mungkin seperti segan hidup & malas mati. Tapi akhirnya cenderung lebih memilih tetap hidup dalam kemalasan yang ga pernah mati. Ga tau harus menginginkan apa, menolak apa, memperjuangkan apa, bahkan mengawini siapa. kemudian akan jadi apa (mutlak saja) ga pernah terasa terlalu penting untuk dipikirkan. mati rasanya. mati. Bagian pemikiran yang paling waras dari jiwa-jiwa ciptaan Tuhan adalah hidupnya diikrarkan untuk membuat sejarah yang baik, bagus & menarik. Bagus untuk jiwanya sendiri, biar tenang, biar terasa di bumi, biar terasa bertumbuh, & kembali pada cinta Tuhan. Lainnya yaitu menarik, bukan untuk dirinya sendiri, normal rasanya merasa senang dipuji, diingat & dikagumi; begitulah sejarah yang baik bekerja, terasa bagus & menarik.
Bagian yang kurang waras; segan dia hidup, tapi dia sama sekali ga menginginkan mati, padahal dia terlampau menyukai kegelapan. Bukan gelap jahat, bukan kejahatan. Hal-hal ini hanya soal cahaya & kilatnya. Sering dia menanggalkan sejarah buruknya sambil dia yakin itu bukan hantu yg terus menakut-nakutinya berjalan lebih jauh. Hal itu dilempar beserta tulang-tulang patahan dendamnya. Lantas itu destinasinya ? ya, tapi dia ga akan pernah memiliki hal-hal yg dia sebut sebagai sukses karna yg dilemparnya adalah material dendam, bukan roh-roh yg ada di dalam sejarah buruknya: dia masih bisa merasuk jadi phantom semu di seluruh sudut pikirannya yg masih dipenuhi kikir masa lalu. Dia harus lepaskan roh gelapnya. Biar ga mati hidupnya, mati masa lalunya.
Kamu jangan mati, hiduplah; biar diberi nyala lilin sedikit & jangan terlampau suka gelap yg meradang jadi halusinasi phantom. Ga akan terbiaskan dengan cahaya yg lebih manusiawi. Beri rongga sedikit untuk masa lalu supaya bernapas lega & keluar tanpa desakan murka. Biar dia terlepas beriringan dengan karbon sisa-sisa sesaknya. Biarkan terlantar sampai akhirnya tercerai dari bagian-bagian yg membentuknya untuk tetap ada. Ga akan lama, rohnya pasti hilang & juga phantom. Kamu jangan ingat, kamu bersamaku. Kamu bukan draft kosong bagi phantom-phantom masa lalumu.
No comments:
Post a Comment