18:35
tempatnya ga pernah jadi sepenting ini buat sekedar iseng-iseng mikirin apa yg orang lain pikirin di otaknya pas ga sengaja tatap muka.
semua orang kaya beda-beda, tapi ternyata sama aja, dibawah kendali jutaan miliaran peraturan moral yg ada di daerah tinggal, yang bahkan detail ayatnya juga ga hafal.
yang lebih berani tatap muka kemudian conventionally melirik lebih nakal, bakal dibilang nakal lebih lebih.
yang lebih takut tatap muka kemudian padam ekspresinya mungkin ditatap sedih sama beberapa jism yg agak-lebih-nakal, dianggapnya yg langsung padam malu-malu itu lebih ga menyenangkan hidupnya.
ini, ga pernah sepenting ini di gerbong yg baru sejam lalu ada ibu-ibu teriak marah karna bungkusannya buyar dijepit pintu gerbong wanita.
lbh ga penting lagi, gimana aslinya pikiran security di gerbong setelah minta maaf ? ga mungkin sesuci itu dia anggep dirinya pantas buat dimarah-marahi.
terus ekspresinya apa selalu bisa jadi cerminan yg bener-bener utuh keluar dari hatinya ?
urusannya ga penting-penting amat, tapi zaman se-teknologi ini, alat deteksi instan buat hal ini udah ada belum ?
karena emang ga terlalu penting mikirin detail yang ada di otak hati dengkul jiwa manusia, jadi alat deteksi itu mungkin ga penting-penting amat dibuat.
kecuali, beberapa hal yang bisa lo raba sendiri kejadiannya gimana..
dan lebih-lebih ga penting lagi, ada yang cape-cape ngetik hal yang ga penting-penting amat ini.
its okay,

No comments:
Post a Comment