Sunday, 12 May 2013

Inequity

From the book which has memories faintly removed on mind.

Jangankan abu-abu, hitam saja tak terlihat. Putih juga termakan kalap. Seperti warna suntan yang mengurang tidak normal. Hingga spurt elegi mulai terasa dengan kadar debu negatif yang terlalu pekat. Berharapnya memiliki emosi untuk sekedar meraih gagang harapan. Nol. Namun, tak semudah semburat senja yang jarang absen dilihat.Ya, sebab dari Tuhanmu pemilik banyak semesta, bukan hal yang sulit menyapa senja. Jadi siapa yang gila menganggap hitam tidak pekat dan putih tidak sinar ? Sementara Tuhanmu tidak pernah menuliskan hal dengan tidak jelas. Sedangkan telah ada takdir yang tertanda mutlak di buku akhirat. Jadi, ini hanya perasaanmu ? Ya. Boleh sadar, perasaanmu mengalahkan kepastian.

Jadi. Tulisan ini untuk apa kamu buat ?
Ini lukisan perasaan mengenai ketidakstabilan. Disertai arti kiasan bahwa ada makhluk yang senantiasa menoleh pada harapan namun tidak berjuang.



No comments:

Post a Comment