Keadaan,
Dimana ada bagian yang harus dihibur dengan philology ini: supaya setiap sisa kecewa & marah & sedih diatur menjadi precedent bagi yang sedang menjalaninya, akan melewatkannya namun tetap tegak & kuat hingga menjadi seperti biasa.
Ini kata yg sudah melewatkannya ;
Dimulai dari kamu..
Yaitu kamu
Kamu sebagai kutukan yang mencelakaiku dimanapun aku tidak inginkan itu.
Kamu membuat aku menjadi seperti kafir tidak berguna padahal aku seakan dipuja.
Jangan menemani malangku saja, kamu berhak untuk senangku di seluruh jengkal kehidupanku yang rasanya ingin kulempar saja, & kamu bagian lemparan kerasku.
Jangan mendekati jika kamu merasa itu membuatmu sukar bernafas dalam lega.
Kamu mengintai setiap hela kesanggupanku akan takdir Pencipta. Itu tidak mulia.
Dan ialah kamu
Tanpa definisi pun banyak yang akan tau bahwa besar teritorimu di dalam aku.
Aku bukan siapapun yang kamu inginkan ada di dalam cerita fiksimu, bahkan yang nyata juga.
Bukan, jangan aku sempurnakan kepincangan dengan terus menerus jadi keheninganmu.
Disana kamu diam begitu, menganggap itu terbaik ungkapan bisu yang berguna.
Sumpah! Itu tidak bekerja sama sekali terhadapku. Seperti semut-semut yang menghentakkan kakinya bermiliar kali pun, kamu pikir akan berubah haluan perputaran bumi ?
Kamu meminta aku setuju ? dengan begitu kamu puas.
Seperti terlalu kuno terlalu membosankan
Aku cuma mengerti aku egois, selebihnya kamu memperburuk.
Tinggal apa sekarang ?
Tidak ada, tidak lagi yang ditinggalkan, tertinggal atau meninggalkan.
Berjalan seperti apapun maumu, di urusanmu.
& seperti mauku, di urusanku.

No comments:
Post a Comment